- Dzikir itu mengimbangi (pahala) menebaskan pedang dalam perang di
jalan Allah ditambah harta yang dikeluarkan serta bekal yang dibawa di
atas kuda perang fisabilillah.
- Dzikir adalah pokok kesyukuran. Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah Ta’ala selama belum dzikir kepada-Nya.
- Makhluk yang paling mulia di sisi Allah Ta’ala adalah dari
kalangan orang-orang yang beriman yang lisannya selalu basah karena
dzikir kepada-Nya. Maka dia menjadi orang yang diteguhkan dalam
melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.. Dzikirnya dijadikan
cirri khasnya, dan ketaqwaan menjadi sebab dirinya masuk surga dan
selamat dari api neraka.
- Tiada yang bisa menghilangkan sifat kekerasan hati kecuali dzikir kepada Allah Ta’ala. Seseorang berkata kepada Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, “Wahai Abu Sa’id, aku mengadukan kepada engkau tentang kerasnya hatiku?” Dia menjawab, “Lebutkan dengan dzikir.”
- Dzikir adalah kesembuhan dan obat bagi hati. Lalai adalah
penyakitnya. Hati yang sakit, maka kesembuhan serta obatnya ada dalam
dzikir kepada Allah Ta’ala.
- Dzikir adalah asas sikap loyal terhadap Allah Ta’ala
sebagai satu-satunya penolong, sedangkan lalai adalah dasar sikap
permusuhan dengan-Nya. Seorang hamba senantiasa dzikir kepada Rabbnya
sampai mencintai-Nya dan menjadikan-Nya satu-satunya penolongnya, atau
dia terus melupakan-Nya sampai membenci dan memusuhi-Nya.
- Tidak ada yang sebanding dengan dzikir dalam perkara mendatangkan
yang mengundang kenikmatan Allah dan menghindarkan dari siksa-Nya. Maka
dzikir benar-benar pendatang kenikmatan dan penolak siksaan. Sebagian
salaf berkata: “Alangkah buruknya melupakan Dia yan tidak pernah lupa
memberimu kebajikan.”
- Dzikir menjadi sebab mendapatkan shalawat dari Allah Azza wa Jalladan
dari para malaikat-Nya. Siapa saja yang Allah dan para malaikat-Nya
bershalawt atasnya, maka dia telah beruntung dan menang yang
sesungguhnya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا
كَثِيرًا (٤١)وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا (٤٢)هُوَ الَّذِي يُصَلِّي
عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepadaAllah, dzikir
yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan
sore. Dialah yang memberi shalawat kepadamu dan malaikat-Nya.” (Qs Al-Ahzab: 41-43)
- Barang siapa yang ingin tinggal dalam taman surga, hendaknya dia
banyak tinggal dalam majelis dzikir. Majelis dzikir adalah taman surga.
- Majelis dzikir adalah majelis para malaikat. Tiada majelis didunia
ini yang menjadi majelis mereka, kecuali majelis yang didalamnya dzikir
kepada Allah. Sebagaimana telah ada dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً يَطُوفُونَ فِي الطُّرُقِ يَلْتَمِسُونَ أَهْلَ الذِّكْرِ
“Sesungguhnya Allah itu memiki para malaikat yang selalu berkeliling dijalan-jalan untuk mencari ahli dzikir.”(Muttafaq alaih)
- Allah Ta’ala membanggakan para ahli dzikir kepada para malaikat-Nya. Sebagaimana telah dikabarkan Sa’id Al-Khudri radhiallahu anhu,
berkata, “Mu’awiyah keluar pergi menuju sebuah halaqah di masjid, lalu
berkata, “Apa yang menjadikan kalian duduk disini?” mereka menjawab,
“Kami duduk untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala.” Dia
berkata, “Apakah Allah tidak menjadikan kalian duduk, kecuali hanya
untuk itu?” Mereka mejawab, “Allah tidak menjadikan kami duduk
melainkan hanya untuk itu.” Dia berkata, “Sesungguhnya saya tidaklah
meminta kalian bersumpah sebab menuduh kalian (berbohong).” Lalu
Mu’awiyah melanjutkan “Tidak ada orang yang lebih sedikit mengambil
hadits dari Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam keluar menuju kesebuah halaqah para sahabatnya, lalu bersabda, ‘Apa yang menjadikan kalian duduk disini?’ Para sahabat menjawab, ‘Kami duduk untuk dzikir kepada Allah Ta’ala,
memuji-Nya atas petunjuk-Nya untuk kami kepada islam dan dengan islam
Dia menganugrahi kami dengan kehadiran engkau.’ Beliau bertanya, ‘Apakah Allah tidak menjadikan kalian duduk melainkan hanya untuk itu?’ Mereka menjawab, ‘Demi
Allah Dia tidak menjadikan kami duduk melainkan hanya untuk itu.’
Beliau bersabda, ‘Ketahilah sesunggunya aku tidak bersumpah untuk
menuduh kalian. Akan tetapi, Jibril alaihissalam telah datang kepadaku
dan menyampaikan kepadaku bahwa Allah membanggakan kalian semua kepada
para malaikat.’”(HR. Muslim)Ini adalah sebuah pembanggaan dari Ar
Rabb, menunjukkan kemuliaan dzikir di sisi-Nya, kecintaan-Nya akan
dzikir dan bahwasanya dzikir mempunyai kedudukan istimewa dibandingkan
seluruh amalan lainnya.
- Semua amal disyariatkan untuk menegakkan dzikir kepada Allah Azza wa Jalla. Sehingga maksud seluruh amal adalah mewujudkan dzikir kepada Allah Ta’ala.Allah Azza wa Jallaberfirman,
وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي
“Dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.”(Qs Thaha: 14)
Disebutkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma bahwa dia ditanya, “Amal apakah yang paling utama?” Dia menjawab, “Mengingat Allah itulah yang terbesar”
- Ahli suatu amal yang paling afdhal adalah mereka yang dalam amalnya itu paling banyak berdzikir kepada Allah Ta’ala. Maka, sebaik-baik puasa adalah yang paling banyak berdzikir kepada Allah Ta’ala dalam
puasanya. Sebaik-baik para jama’ah haji adalah yang paling banyak
berdzikir kepada Allah. Sebanyak-banyak orang yang bersedekah adalah
yang paling banyak berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, demikian dalam semua amal.
- Senantiasa dzikir mampu menggantikan berbagai ibadah tathawwu’
(ibadah sunnah), baik yang bersifat badaniah maupun harta seperti haji
tathawwu’. Hal itu ditegaskan dalam satu hadits dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa orang-orang fakir yang turut dalam hijrah datang kepada nabi shallallahu alaihi wa sallam,
lalu mereka berkata, “Wahai Rasulullah , orang-orang kaya bisa
melakukan berbagai amalan yang tinggi derajatnya dan menikmati
kesenangan yang terus-menerus. Mereka menunaikan shalat sebagaimana kami
menunaikan shalat. Mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Sedangkan
mereka memiliki kelebihan harta yang bisa mereka gunakan untuk
menunaikan ibadah haji, umrah, dan berjihad?” Beliau bersabda, “Maukah
kuajarkan kepada kalian sesuatu yang dengannya kalian bisa mengejar
orang yang mendahului kalian dan orang-orang di belakang kalian akan
mendahului dengannya sehingga tiada seorang pun lebih utama dari pada
kalian, kecuali orang yang melakukan apa-apa yang kalian lakukan?”
Mereka menjawab, ‘Ya, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Bertasbihlah,
bertahmidlah, dan bertakbirlah setiap usai shalat’.” (Muttafaq
alaih)Beliau menjadikan dzikir sebagai ganti dari berbagai ibadah yang
luput dari mereka , seperti: haji, umrah, dan jihad. Beliau juga
menyampaikan bahwa mereka ini akan bisa mengalahkan mereka itu dengan
dzikir ini.
- Dzikir kepada Allah Ta’ala adalah sesuatu yang paling besar
yang mampu membantu seseorang untuk taat kepada-Nya. Dzikir membuat
ketaatan menjadi sesuatu yang sangat dicintai seorang hamba,
menjadikanya sangat mudah, sangat lezat, dan penyejuk mata baginya.
- Dzikir kepada Allah Ta’ala merubah yang sulit menjadi mudah, merubah yang rumit menjadi sederhana, dan meringankan berbagai hal yang berat.
- Dzikir kepada Allah Azza wa Jalla menghilangkan semua hal
yang menakutkan dalam hati dan memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam
pencapaian rasa nyaman. Tiada sesuatu yang paling bermanfaat bagi orang
yang mengalami rasa takut yang teramat sangat selain dzikir kepada Allah
Ta’ala.
- Dzikir memberi kekuatan, sehingga dia mampu melakukan apa-apa yang
tidak mampu dia lakukan. Tidakkah anda melihat bagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan kepada putrinya (Fathimah) dan menantunya (Ali radhiallahu anhuma)
agar bertasbih tiga puluh tiga kali, bertahmid tigapuluh tiga kali, dan
bertakbir tiga puluh empat kali setiap malam bila keduanya hendak
tidur. Pernah Fathimah meminta kepada beliau seorang pembantu dan
mengeluhkan pekerjaanya menumbuk tepung,mengambil air, dan melakukan
berbagai macam tanda bakti. Belaiu mengajarkan hal itu kepadanya lalu
bersabda, “Sesungguhnya itu lebih baik bagi kalian dari pada seorang pembantu”(HR
Bukhari)Maka dikatakan bahwa orang yang senantiasa dzikir itu akan
mendapatkan kekuatan sepanjang hari nya sehingga tidak perlu lagi
pembantu.
- Semua amal untuk kepentingan akhirat selalu dalam bentuk
diperlombakan. Orang-orang ahli dzikir adalah mereka yang menang dalam
lomba itu.
- Banyak dzikir kepada Allah Azza wa Jalla adalah pengaman dari kemunafikan. Maka sesunggunya orang yang munafik adalah orang yang sangat sedikir dzikir kepada Allah Azza wa Jalla. Allah Ta’alaberfirman tentang orang munafik,
وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلا قَلِيلا
“Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah, kecuali sedikit sekali.”
(An-Nisa: 142) Ka’ab berkata, “Barang siapa banyak berdzikir kepada
Allah , maka dia akan bebas dari kemunafikan.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar